Ustaz Ahmad Winardi: Ada Dua Syarat Mudah Menghafal Alquran

JAKARTA — Ustaz Ahmad Winardi berbagi cara menghafal Alquran beserta artinya dengan cara mudah. Dia mengungkapkan terdapat dua syarat dalam menghafal Alquran.

“Syarat menghafal Alquran ada, dua harus dengan suara lantang dan menggerakkan tangan,” katanya saat mengisi acara Menghafal Alquran Semudah Tersenyum di Festival Republik dan Dzikir Nasional 2019 di Masjid At-Tin, Senin (30/12).

Menurutnya, menghafal Alquran dengan suara lantang akan mempermudah seseorang mengingat. Ahmad memberikan contoh dengan mengajak peserta mengucapkan yel-yel dengan lantang.

“Kalau saya bilang ‘menghafal Alquran’ jawab ‘mudah’ dengan lantang ya,” katanya.

Setelah peserta menjawab dengan lantang, ternyata hal tersebut juga dapat menjadi pemacu dalam menghafal. Selain itu, menurutnya, menggerakkan tangan juga menjadi cara lain memudahkan menghafal Alquran.

Saat memberikan penjelasan ia menyuruh para peserta bernyanyi lagu “Topi Saya Bundar” dengan menggerakkan tangan. Ternyata mereka masih hafal dengan lagu tersebut padahal para peserta berasal dari berbagai umur.

Berdasarkan hal tersebut menurutnya, menghafal Alquran dengan mengerakkan tangan akan lebih terasa mudah. “Saya berharap dengan cara ini hafalan Alquran bisa setahan menghafal lagu ‘Topi Saya Bundar’,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Ahmad memberikan simulasi kepada peserta untuk menghafal Alquran beserta artinya dengan kedua syarat tersebut. Para peserta diajarkan menghafal Surah Ar-Rahmah. Para peserta dapat menghafal surah tersebut sebanyak beberapa ayat dalam waktu singkat.

Khoirudin, salah satu peserta, merasa syarat tersebut terbukti memudahkan dalam menghafal Alquran, “Karena ada gerakan jadi cukup terbantu mengingat, jadi tidak membosankan juga,” katanya.

Selain itu, menurutnya, menghafal dengan mengetahui artinya dapat menguatkan hafalan. Menurut pria 31 tahun tersebut, sebelumnya ia sudah menghafal Alquran, tetapi dari kegiatan ini ia mengetahui cara yang lebih mudah dalam menghafal,

“Dengan hadir di sini jadi lebih tahu variasi dalam menghafal juga,” katanya.

Peserta lain, Tuti Limawan, menanggapi adanya tausiyah tersebut dengan positif. Menurutnya, tausiyah tersebut bisa menambah ilmu untuknya sebagai seorang Muslim.

“Ilmu itu kan fondasi hidup jadi tanpa ilmu hidup kita akan hancur. Salah satu cara mendapatkan ilmu dengan mendatangkan majelis-majelis ilmu dan tausiyah,” katanya.

Perempuan 53 tahun tersebut juga turut mengajak dua cucunya. “Saya sangat ingin cucu bisa menjadi penghafal Alquran, selalu saya bawa dalam doa,” katanya.

Menurut Tuti, hal tersebutlah yang menjadi alasan ia membawa kedua cucunya menghadiri tausiyah yang membahas tentang menghafal Alquran tersebut. Festival Republik dan Dzikir Nasional Republika 2019 diadakan mulai 27 hingga 31 Desember.

Menurut Ketua Panitia Pelaksanaan Festival Republik & Dzikir Nasional 2019, Asrul Busyron, acara talk show akan diisi oleh pembicara yang berbeda-beda setiap harinya. “Kita ingin melaksanakan tema kita, yaitu membangun generasi yang unggul maka diadakan talk show yang diisi oleh beberapa narasumber yang berbeda-beda,” katanya.

Selain talk show, acara yang diadakan di aula Masjid At-Tin tersebut juga diisi bazar buku, kegiatan donor darah, dan stan yang menjual pernak-pernik islami.

SUMBER     : Republika.co.id

Find us on
Frequensi              : 105.3 FM
Email                     : radiocahayaindah@gmail.com
Website                 : http://www.cahayafm.com
SMS & Whatsapp : http://wa.me/+62816228904
No Telp                 : (0266) 6545666/+628111177035

Streaming