UMAR BIN ABDUL AZIZ DAN ANAK YATIM

Umar bin Abdul Aziz berkata, “Sesungguhnya perkara yang paling dicintai Allah adalah tindakan yang wajar saat seseorang bisa melakukan yang lebih, memaafkan saat mampu membalas, berbuat lembut dalam menjalankan kekuasaan. Tidaklah seseorang berbuat lembut kepada seseorang kecuali Allah akan berbuat lembut kepadanya di Hari Kiamat.
Pada suatu hari, putra Umar bin Abdul Aziz yang masih kecil keluar rumah, dan bermain dengan anak-anak yang lain. Dalam permainan itu, salah satu anak melukai putra Umar. Anak-anak yang lain menangkapnya, lalu membawanya menghadap Umar.
Umar mendengar kegaduhan di luar, lalu menemui anak-anak itu. Namun, seorang perempuan berkata, “Dia adalah anakku. Dia anak yatim”.
“Tenanglah” kata Umar kepada perempuan itu. “Apakah dia menerima santunan dari negara?”
Perempuan itu menjawab, “Tidak”.
“Masukkan dia dalam catatan anak yang berhak mendapatkan santunan negara” ujarnya pada petugas keuangan.
Saat itu, Fatimah -istri Umar- berkata, “Apakah engkau berbuat baik kepada anak yang telah melukai putramu itu? Jika Allah berkehendak, anak itu akan melukai putramu untuk kedua kali”.
Umar berkata, “Celaka kamu. Dia adalah anak yatim, dan kalian sungguh telah menyakitinya”.

SUMBER :  REPUBLIKA.CO.ID 

Find us on
Frequensi              : 105.3 FM
Email                     : radiocahayaindah@gmail.com
Website                 : http://www.cahayafm.com
SMS & Whatsapp : http://wa.me/+62816228904
No Telp                 : (0266) 6545666/+628111177035

 

Streaming