Selain Indosat, 4 Perusahaan Ini Juga Pernah Lakukan PHK Karyawan

Jakarta-

Kabar mengejutkan baru saja datang dari PT Indosat Tbk yang memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 677 karyawan di perusahaannya. Indosat mengklaim bahwa keputusan ini diambil karena harus ada reorganisasi demi persaingan bisnis.

Kasus ini pun jadi mengingatkan pada sejumlah perusahaan mentereng yang juga melakukan PHK besar-besaran. Ini deretannya:

1. Bukalapak

Achmad Zaky, sang pendiri Bukalapak pernah memberikan PHK pada sejumlah karyawannya meski tak diketahui berapa jumlah pastinya. Bukalapak mengonfirmasi perusahaannya memang melakukan itu sebagai upaya restrukturisasi.

“Di skala perusahaan yang sudah tumbuh sebesar ini, tentunya kami perlu menata diri dan mulai beroperasi layaknya perusahaan yang sudah dewasa, atau bisa kami sebut sebagai a grown up company. Terutama untuk menjamin visi kami untuk terus tumbuh sebagai sustainable e-commerce dalam jangka panjang,” kata manajemen Bukalapak saat itu.

2. Oyo

Startup India yang bergerak di bidang penyewaan hotel ini juga pernah melakukan PHK besar-besaran belum lama ini yakni pada Januari. Dikabarkan, perusahaan yang berbasis di India itu sampai harus memutus hingga 2.000 karyawan.

“Ini bukan keputusan yang mudah buat kami. Kami lakukan semua yang kami bisa untuk memastikan mereka mendapat bantuan dan dukungan dalam transisi ini,” tutur CEO Oyo, Ritesh Agarwal.

3. CloudMind

Lalu, startup mentereng asal China bernama CloudMind juga harus PHK ratusan karyawan. Perusahaan tersebut bergerak di bidang robotika dan kecerdasan buatan. Pendukungnya pun raksasa teknologi asal Jepang, Softbank.

Dilansir dari Business Times di Jakarta, Senin (17/2/2020), kabarnya terdapat sekitar 200 karyawan CloudMind kena PHK. Dampak terbesar dirasakan pegawainya di China, markas perusahaan ini.

Bahkan CloudMind juga menutup kantornya yang berada di Silicon Valley sebagai upaya efisiensi. Kerugian besar menjadi penyebab utama di perusahaan ini. Tahun 2019 lalu, mereka menderita kerugian USD 100 juta, naik dari sebelumnya USD 65 juta.

4. WeWork

Startup coworking space, WeWork memang menjadi batu sandungan bagi SoftBank. Softbank mencatatkan kerugian untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir pada akhir di September 2019 lalu sebesar USD 6,5 miliar (Rp91 triliun) usai melakukan investasi pada startup transportasi dan WeWork. WeWork pun batal melantai di bursa saham. Sebab, valuasi WeWork disebutkan turun dari USD 47 miliar menjadi USD 10 miliar.

Softbank pun mengambil alih dengan mem-bailout WeWork dan mengumumkan rencana lima tahun untuk membuat dirinya stabil secara finansial, termasuk meraih profit pada 2021. Salah satu bagian rencana itu adalah PHK masal. WeWork kemudian mem-PHK 2.400 karyawan untuk efisiensi.

“Perusahaan mem-PHK yang diperlukan untuk menciptakan organisasi yang lebih efisien,” ujar perwakilan WeWork seperti dilansir New York Times.

SUMBER     : republika.co.id

Find us on
Frequensi              : 105.3 FM
Email                     : radiocahayaindah@gmail.com
Website                 : http://www.cahayafm.com
SMS & Whatsapp : http://wa.me/+62816228904
No Telp                 : (0266) 6545666/+628111177035

Streaming