Ribuan Warga Mengungsi karena Banjir

,BANDUNG — Hujan deras sepanjang akhir pekan lalu kembali menyebabkan banjir di sejumlah daerah. Jumlah warga terdampak banjir dan yang mengungsi pun terus bertambah.

Kabupaten Bandung menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak banjir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, ada sedikitnya 40.844 orang terdampak banjir di Kabupaten Bandung. Sebanyak 695 orang di antaranya terpaksa mengungsi.

“Yang terdampak banjir sebanyak 11.659 kepala keluarga (KK) atau 40.844 orang,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo saat dihubungi Republika, Ahad (26/1). Warga mengungsi di sejumlah titik, antara lain di Aula Desa Dayeuhkolot dan di beberapa masjid.

Menurut catatan BPBD Provinsi Jawa Barat, warga terdampak banjir di Kabupaten Bandung pada Ahad (26/1) telah bertambah menjadi 60.055 jiwa karena meluasnya banjir yang terjadi sejak Kamis (23/1).

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Jabar Budi Budiman Wahyu mengatakan, jumlah warga terdampak banjir di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Rancaekek sebanyak 17.998 kepala keluarga (KK). “Terdiri atas 60.055 jiwa,” kata Budi di Bandung, kemarin.

Dia menuturkan, jumlah pengungsi di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang hingga Ahad siang mencapai 1.228 KK atau 3.395 jiwa, terdiri atas 169 lansia, 139 balita, 26 ibu hamil, 5 ibu menyusui, dan 1 difabel. Jumlah rumah warga dan fasilitas umum yang terendam di empat kecamatan itu juga bertambah, yakni menjadi 10.772 unit rumah, 411 sekolah, 57 tempat ibadah, dan 18 fasilitas umum lainnya.

Ketinggian air di sejumlah lokasi banjir mencapai 2 meter. Di Kecamatan Dayeuhkolot, tinggi muka air berkisar 10-200 cm dan di Kecamatan Baleendah TMA antara 20-200 cm.

Sebagian ruas jalan utama di Baleendah, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, tidak bisa dilintasi kendaraan. Berdasarkan pantauan Republika, ada beberapa ruas jalan yang terendam, antara lain Jalan Moch Toha-Dayeuhkolot, Jalan Dayeuhkolot, Jalan Dayeuhkolot-Banjaran, Jalan Dayeuhkolot-Ciparay, dan Jalan Andir-Katapang.

Ketinggian air di jalan-jalan tersebut bervariasi, mulai dari 10 sentimeter (cm) hingga sepinggang orang dewasa. Akibatnya, kendaraan roda dua, roda empat, dan kendaraan berat tidak bisa melintas. Sebagian warga yang memaksakan melintasi jalan terpaksa menggunakan perahu atau delman.

SUMBER     : republika.co.id

Find us on
Frequensi              : 105.3 FM
Email                     : radiocahayaindah@gmail.com
Website                 : http://www.cahayafm.com
SMS & Whatsapp : http://wa.me/+62816228904
No Telp                 : (0266) 6545666/+628111177035

Streaming