Orang Tuanya Depresi, Struktur Otak Anak Jadi Berbeda

 JAKARTA — Sebuah studi terbaru menemukan otak anak-anak yang berisiko tinggi terkena depresi karena orang tua mereka didera depresi, secara struktural berbeda dibandingkan otak anak-anak pada umumnya. Depresi cenderung muncul pertama kali selama masa remaja.

Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa memiliki orang tua yang mengalami depresi menjadi salah satu faktor resiko terbesar. Remaja yang orang tuanya mengalami depresi, dua hingga tiga kali lebih mungkin untuk terkena depresi dibandingkan remaja lainnya.

Meski demikian, dilansir Health 24, mekanisme otak di balik risiko keluarga ini belum jelas. Untuk mempelajari lebih lanjut, tim peneliti dari Columbia University, Amerika Serikat (AS) melakukan analisis gambar otak dari lebih 7.000 anak. Ini menjadi studi terbesar mengenai tema tersebut di AS.

Dari analisis tersebut ditemukan sekitar sepertiga anak-anak berisiko tinggi karena memiliki orang tua yang memiliki depresi. Pada anak-anak itu, struktur otak yang disebut putamen kanan, yang terkait dengan penghargaan, motivasi, dan pengalaman menyenangkan, lebih sedikit dibandingkan anak-anak dari orang tua yang tidak memiliki riwayat depresi.

“Temuan ini menyoroti faktor risiko potensial yang dapat menyebabkan perkembangan gangguan depresi selama periode puncak munculnya depresi,” ujar penulis senior studi sekaligus profesor psikologi medis dan ahli bedah di New York, Randy Auerbach, dalam sebuah pernyataan.

Auerbach mencatat bahwa penelitian sebelumnya telah mengaitkan volume putamen yang lebih kecil dengan penurunan kemampuan untuk mengalami kesenangan. Hal itu berimplikasi pada depresi, penggunaan narkoba, psikosis dan perilaku bunuh diri.

SUMBER     : republika.co.id

Find us on
Frequensi              : 105.3 FM
Email                     : radiocahayaindah@gmail.com
Website                 : http://www.cahayafm.com
SMS & Whatsapp : http://wa.me/+62816228904
No Telp                 : (0266) 6545666/+628111177035

Streaming