Mengapa Anak tak Boleh Main Air Banjir?

JAKARTA — Anak-anak yang tampak gembira bermain di tengah genangan air banjir mungkin telah menjadi pemandangan yang cukup umum. Meski anak-anak merasa senang, bermain air banjir dapat membawa beragam risiko bagi kesehatan dan keselamatan anak-anak.

Seperti diketahui, anak-anak merupakan salah satu kelompok yang rentan untuk tertular penyakit dari berbagai kuman penyebab penyakit yang terbawa air banjir. Oleh karena itu, orang tua atau orang yang lebih dewasa sudah seharusnya mencegah si kecil agar tidak bermain air banjir.

“Jangan dibiarkan bermain banjir, memang menyenangkan bagi anak-anak, tapi main banjir, main di air yang kotor itu sangat rentan bagi mereka,” jelas Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI dr Budi Sylvana MARS saat dihubungi Republika.co.id.

Bermain air banjir setidaknya membawa empat risiko yang perlu diwaspadai karena dapat merugikan kesehatan dan keselamatan anak-anak. Berikut ini adalah risiko tersebut.

Leptospirosis
Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans. Bakteri ini bisa tersebar melalui kotoran dan urine tikus yang bercampur dengan air banjir.

“Leptospirosis menularnya lewat kulit, lewat luka yang di kulit, masuk lewat situ penyakitnya,” jelas Budi.

Masalah kulit
Bermain di air yang kotor, seperti air banjirm juga dapat memicu terjadinya masalah pada kulit. Beberapa di antaranya adalah gatal-gatal dan infeksi kulit. Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) dalam siaran persnya mengungkapkan bahwa infeksi kulit bisa terjadi akibat paparan air banjir yang kotor karena bercampur dengan kotoran manusia, kotoran hewan, sampah serta lumpur.

Ancam keselamatan
Selain membawa beragam kuman penyebab penyakit, air banjir juga dapat membawa hewan liar hingga benda-benda tajam yang dapat mengancam keselamatan. Selain itu, dengan ketinggian dan arus kencangnya, air banjir juga berisiko dapat menyebabkan anak terbawa arus banjir atau tenggelam.

“Anak-anak harus dicegah untuk tidak bermain-main di air banjir, baik karena potensi gangguan kesehatan maupun risiko terbawa arus atau tenggelam pada air banjir,” jelas Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH dalam siaran pers.

Hipotermia
Hipotermia bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala akibat tubuh kehilangan suhu tubuh dengan cepat. Lansia dan anak-anak cukup berisiko terkena hipotermia saat banjir.

Hipotermia bisa terjadi karena tubuh terpapar dingin dalam waktu lama. Misalnya terlalu lama menggunakan baju yang basah karena air banjir di tengah lingkungan bersuhu dingin.

SUMBER     : republika.co.id

Find us on
Frequensi              : 105.3 FM
Email                     : radiocahayaindah@gmail.com
Website                 : http://www.cahayafm.com
SMS & Whatsapp : http://wa.me/+62816228904
No Telp                 : (0266) 6545666/+628111177035

Streaming