Lima Makanan yang Buruk Bagi Jantung

 JAKARTA –– Tidak sedikit individu yang tidak ingin memilah makanan untuk mereka konsumsi. Padahal, mengonsumsi terlalu banyak makanan dapat memberikan dampat negatif bagi kesehatan tubuh.

Seperti diwartakan Livestrong, Kamis (6/2) memilih makanan yang akan dikonsumsi memiliki dampat baik bagi kesehatan, terlebih jantung. Berikut lima makanan yang sebaiknya dihindari guna menjaga kesehatan jantung.

Tinggi Sodium
Berdasarkan catatan pusat pencegahan dan pengendalian penyakit Amerika Serikat (AS) sedikitnya 33 warga negara mereka menderita hipertensi. Kelebihan sodium dalam makanan adalah salah satu kontributor utama seseorang mengalami tekanan darah tinggi.

Artinya, individu tersebut memiliki tekanan darah di atas 140/90. Angka itu lebih tinggi dari tekanan darah yang direkomendasikan sebesar 120/80.

Dan salah satu alasan mengapa mengambil terlalu banyak garam berbahaya bagi jantung adalah karena meningkatkan jumlah air yang disimpan oleh tubuh. Pada akhirnya hipertensi dapat berujung pada serangan jantung, strooke, gagal ginjal atau bahkan kehilangan pengelihatan.

Tinggi Gula
Sebuah riset yang telah dibukukan dalam Jurnal Asosiasi Medis Amerika mendapati bahwa orang yang mengonsumsi 17 hingga 21 persen kalori harian dari tambahan gula memiliki risiko 38 persen lebih tinggi meninggal akibat penyakit jantung. Angka tersebut berbanding jauh daripada mereka yang hanya mengonsumsi delapan persen kalori dari tambahan gula.

Gula tambahan yang berlebihan dalam diet dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan tekanan darah tinggi. Mengongsumsi gula tambahan juga kerap dikaitkan dengan peningkatan peradangan dalam tubuh dimana keduanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Asosiasi Jantung Amerika (AHA) merekomendasikan perempuan untuk agar wanita menjaga asupan gula tambahannya di bawah 100 kalori atau sekitar enam sendok teh. Sementara pria tidak lebih dari 150 kalori atau sembilan sendok teh per hari.

Gorengan dan fast food
Ada beberapa alasan mengapa makanan itu sebaiknya dihindari. Salah satunya, memasak pada suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi menyebabkan kanker terlebih jika tidak mengganti minyak yang digunakan.

Makanan yang digoreng seringkali mengandung banyak sodium, yang dapat meningkatkan tekanan darah. Makanan yang digoreng dan cepat saji juga tidak memenuhi syarat makanan bergizi dan baik untuk jantung.

Makanan Tinggi Lemak Jenuh
Riset terbaru menemukan bahwa lemak jenuh meingkatkan potensi penyakit jantung. Lemak jenuh memang dapat meningkatkan kolesterol buruk yang meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah.

Disarankan agar mengonsumsi lemak jenuh tidak lebih dari 10 persen dari total asupan kalori harian. Asupan lemak jenuh dapat diganti lemak tak jenuh ganda yang lebih sehat seperti yang berasal dari alpukat, biji rami dan ikan. Makanan tersebut dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

Biji-bijian olahan
Panduan dokter pada 2019 lalu menyarankan bahwa biji-bijian olahan telah terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung. Biji-bijian olahan menimbulkan efek ganda untuk kesehatan jantung.

Mereka hampir tidak mengandung serat yang dimiliki biji-bijian utuh yang mengandung serat guna meningkatkan kontrol terhadap glukosa. Biji-bijian olahan juga kerap disematkan kandungan gula tambahan.

Bukan berarti konsumsi nasi putih atau roti-rotian harus dibatasi. Namun Untuk mendapatkan serat dan mendapatkan semua manfaat jantung sehat, cukup mengonsumsi separuh biji-bijian utuh dan olahan dalam asupan harian.

SUMBER     : republika.co.id

Find us on
Frequensi              : 105.3 FM
Email                     : radiocahayaindah@gmail.com
Website                 : http://www.cahayafm.com
SMS & Whatsapp : http://wa.me/+62816228904
No Telp                 : (0266) 6545666/+628111177035

Streaming