LIDAH BISA ,ENJADI HEWAN BUAS YANG GANAS

Bahaya Lisan_Saudaraku, sangsikanlah dirimu. Kumandangkan perlawanan kepada musuh bebuyutanmu. 
Saudaraku, takutlah kepada lidahmu melebihi takutmu kepada hewan buas yang ganas dan bisa memangsamu. Karena, sesungguhnya korban yang dimangsa hewan buas termasuk ahli iman yang dibalas dengan surga, sedangkan korban lidah akan dibalas dengan neraka kecuali jika Allah mengampuni. 
Oleh karena itu, janganlah lengah soal lidah sebab ia bagaikan seekor hewan buas berbahaya yang mangsa pertamanya adalah pemiliknya sendiri. Tutuplah pintu omonganmu sekuat-kuatnya. Jangan membukanya kecuali jika harus membukanya. Jika engkau membukanya, maka hati hatilah. Penuhi kebutuhanmu untuk berbicara sekadarnya saja dan tutup (lagi) pintu (lisan) itu. 
Janganlah lengah dalam hal ini. Jangan pula berlebihan dalam berbicara. Jika engkau berlebihan dalam berbicara, itu sama saja dengan melukai dirimu sendiri. Pasalnya, Rasulullah saw. pernah bersabda kepada Mu‘âdz, “Tidak mungkin manusia akan terus di dalam neraka kecuali karena hasil panen lidah mereka.
Seseorang bertanya kepada Nabi, “Apa yang mesti aku jaga?” Lantas Nabi menjawab, “Ini,” yaitu lidahmu.
Sahabat yang lain bertanya kepada beliau, “Apa yang paling engkau takutkan atas diriku?” Nabi menjawab, “Ini,” sambil memegang lidahnya sendiri. Sahabat yang lain bertanya, “Apakah keselamatan itu?” Lalu beliau menjawab, “Jagalah lidahmu, anggaplah rumah mu luas, dan tangisilah kesalahanmu.” Nabi saw. bersabda, “Siapa diam, ia selamat.” Beliau juga bersabda, “Siapa senang mendapatkan keselamatan, hendaklah ia senantiasa diam.” ‘Umar ibn al-Khaththâb datang menemui Abû Bakar sambil menggerakkan ujung lidahnya, maka Abû Bakar ber tanya, “Apa yang engkau lakukan?” ‘Umar menjawab, “Inilah sumber kehancuran.”
‘Abd Allâh ibn Mas‘ûd berkata, “Tidak ada hukuman penjara yang lebih panjang dari hukuman karena lidah.” Dan, masih banyak lagi hadis-hadis tentang lidah. Karena itu, janganlah membiarkan lidah mengingat ia adalah bagian tubuh yang sering melakukan kejahatan. Ke jahatan yang paling banyak engkau dapatkan dalam lembaran amalmu pada hari kiamat adalah kejahatan lidahmu. Ke bajikan yang paling banyak engkau dapatkan dalam lembaran amalmu adalah kebajikan hatimu.”
 
Keutamaan Amal Hati
Amal hati orang yang bijak dan memiliki wawasan ke bajikan merupakan amal yang tersembunyi dari iblis dan  malaikat. Karena, amal hati mereka suci dan bersih dari noda. Dalam ketersembunyiannya tersimpan bekal bagi pelakunya, pahala yang besar, serta keselamatan dari serangan setan dan hawa nafsu. 
 
Hal itu karena gerak hati tertutup dari pandangan mata manusia dan berlangsung ketika berdiri, duduk, maupun berbaring.  Mereka itulah ûlû al-albâb yang disinggung firman Allah, “Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam ke adaan berdiri, duduk, dan berbaring.” (Q.S. Âl ‘Imrân: 191). Zikir terbanyak mereka adalah tafakur, sebagaimana firman Allah, “Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.” (Q.S. Âl ‘Imrân: 191). Merekalah kaum beriman yang merupakan ahl al-ikhmâl, yaitu yang ibadah mereka kepada Allah tidak pernah tampak oleh khalayak.
 

SUMBER : Imam al-Ghazali, dalam kitabnya Ihya ‘Ulumu al-Din 

Find us on
Frequensi              : 105.3 FM
Email                     : radiocahayaindah@gmail.com
Website                 : http://www.cahayafm.com
SMS & Whatsapp : http://wa.me/+62816228904
No Telp                 : (0266) 6545666/+628111177035

Streaming