KUALITAS UDARA JAKARTA KEMBALI DI LEVEL TIDAK SEHAT

Kualitas udara Ibu Kota DKI Jakarta pada Ahad (28/7) pagi
pukul 08.00 WIB tercatat di 189 dengan parameter PM2.5 konsentrasi 128,5 ug/m3 berdasarkan
US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara. Artinya kualitas udara Jakarta kembali
berada di level tidak sehat.

Ketika menggunakan acuan US AQI maka hasil analisa pencemaran udara untuk parameter PM2.5
dengan konsentrasi 0-10 ug/m3 termasuk kategori sedang, lalu 36 hingga 55 ug/m3 kategori
tidak sehat untuk kalangan tertentu. Kemudian, 56-65 ug/m3 adalah kategori tidak sehat,
66-100 ug/m3 kategori sangat tidak sehat dan 100 ug/m3 ke atas kategori berbahaya.

Selain itu, AirVisual juga mencatat kondisi kelembaban Ibu Kota pada akhir pekan yaitu 83 persen
dan kecepatan angin 3,6 kilometer per jam.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin meminta
pemerintah menggunakan standar baku mutu kualitas udara seperti yang diterapkan oleh Badan Kesehatan
Dunia atau World Health Organization (WHO) untuk mengukur kualitas udara. “Setidaknya setara dengan
standar yang ditetapkan oleh WHO,” ucap dia.

Pemerintah kata dia, memaksakan menggunakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang sudah out of date
atau tertinggal dari perkembangan zaman yang merupakan produk SK Menteri Lingkungan Hidup pada 1972.
Buruknya kualitas udara di Ibu Kota disebabkan oleh beberapa hal seperti jumlah kendaraan, industri,
debu jalanan, rumah tangga, pembakaran sampah, pembangunan konstruksi bangunan, dan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Data yang kami miliki pada 2018 tercatat sembilan juta kendaraan roda empat dan 21 juta kendaraan
roda dua di wilayah Jabodetabek,” tuturnya.

SUMBER : REPUBLIKA.CO.ID

Find us on
Frequensi               : 105.3 FM
Email                      : radiocahayaindah@gmail.com
Website                  : http://www.cahayafm.com
SMS & Whatsapp   : http://wa.me/+62816228904
No Telp                   : (0266) 6545666/+628111177035

Streaming