KISAH WANITA YANG BAHAGIA SAAT MENDERITA

Pada suatu ketika Muslim bin Yasar datang ke Bahrain. Di sana Mulim bin Yasar diterima sebagai tamu oleh seorang wanita yang mempunyai banyak anak, mempunyai budak, harta dan kemudahan duniawi lainnya. Tapi, Muslim bin Yasar melihat wanita itu selalu dirundung perasaan sedih.

Ketika hendak berpamitan pergi, Muslim bin Yasar bertanya kepadanya, “Ada yang bisa saya bantu?”

Dia menjawab, “Ya, jika kelak Anda datang lagi ke negeri kami ini, singgahlah dirumah saya”.

Setelah beberapa tahun Muslim bin Yasar tidak pernah berjumpa kembali dengannya. Sampai suatu hari Muslim bin Yasar singgah lagi ke rumah wanita itu.

Akan tetapi, kali ini sungguh aneh, karena ketika Muslim bin Yasar tiba di depan pintu rumahnya, tidak ada seorang pun yang dapat dijumpai di sana. Lalu Muslim bin Yasar minta izin untuk masuk. 

Ternyata wanita itu berada di dalam rumah dan mengizinkan Muslim bin Yasar masuk.  Tatkala Muslim bin Yasar melihatnya, tampak dari dirinya terpancar kebahagiaan.

Muslim bin Yasar jadi heran, karena dulu tidak pernah melihatnya sebahagia itu. Muslim bin Yasar bertanya kepadanya, “Apa yang membuatmu begitu bahagia?”

Dia menjawab, “Ketika dulu Anda pergi dari sini, kami kehilangan satu per satu yang kami miliki. Laut telah menenggelamkannya dan yang disini musnah tidak tersisa. Budak saya pergi meninggalkan saya, sedangkan anak-anak saya telah mendahului saya menghadap Sang Pencipta”.

Muslim bin Yasar menjadi terkejut mendengar ceritanya itu. Masih dengan perasaan heran, Muslim bin Yasar coba bertanya lagi kepadanya, “Aneh kelihatannya. Dulu ketika hidup dalam kemudahan, engkau tampak selalu bersedih. Namun sekarang, yang seharusnya bersedih, engkau malah bahagia?”

Kemudian dia menjelaskan apa yang terjadi pada dirinya,

“Benar, dulu ketika saya hidup dalam kemudahan duniawi, saya takut hal itu disebabkan karena Allah hendak menumpahkan semua balasan amal baik saya di dunia ini. Adapun sekarang, ketika semuanya telah musnah, ada harapan bagi saya bahwa kelak balasan amal baik tersebut akan dapat saya rasakan di kehidupan akhirat yang abadi. Oleh karena itu, sekarang saya merasa bahagia.”

Mendengar jawabannya itu Muslim bin Yasar jadi kagum dan berujar, “Mahasuci Allah. Sesungguhnya Dia punya perencanaan terhadap setiap makhlukNya.

Wanita alim ini menyadari bahwa apa yang dimilikinya di dunia ini, berupa limpahan harta dan kemudahan hidup lainnya, tidak lain hanyalah ujian dari Allah dan pelimpahan balasan amal baik di dunia ini sehingga dia pun menjadi bersedih karenanya.

Kemudian tatkala semua miliknya di dunia ini musnah, dia bersabar dan rida dengan ketetapan Allah tersebut, dengan harapan akan menuai hasil kebaikannya di akhirat kelak. Dan, itu adalah puncak kebahagiaan baginya”.

Berbahagialah mereka yang rida dengan ketetapan Allah, meski bencana yang dirasakannya hingga ia kehilangan anak dan harta. Karena sesungguhnya balasan atas keridaannya tersebut lebih baik dari apa yang ia pernah miliki di dunia.

Sumber : 88 kisah orang-orang yang berakhlak mulia karangan Harlis Kurniawan, dengan sedikit perubahan redaksi

Find us on
Frequensi              : 105.3 FM
Email                     : radiocahayaindah@gmail.com
Website                 : http://www.cahayafm.com
SMS & Whatsapp : http://wa.me/+62816228904
No Telp                 : (0266) 6545666/+628111177035

Streaming