KETIKA ALI BIN ABI THALIB BERPUASA NAZAR

Suatu ketika, salah seorang anak Ali bin Abi Thalib sakit. Berbagai usaha disertai doa ia lakukandemi kesembuhan anaknya. Ali pun bernazar. Apabila anaknya sembuh, ia akan berpuasa selama tiga hari berturut-turut.Alhamdulillah, Allah mengambulkan doanya; kesehatan anak Ali pulih kembali.
Ia pun melaksanakan nazarnya. Bersama istrinya, Fathimah Az-Zahra, Ali menjalankan puasa nazar.Menjelang senja, mereka bersiap untuk buka puasa. Di meja, telah terhidang beberapa potong roti kering dan air putih. Kehidupan keluarga Ali sedang sulit; hanya itulah makanan yang mereka miliki.Tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu dan seseorang mengucap salam. Ali bergegas membuka pintu.
Di depan pintu tampak seseorang berpakaian lusuh. Dengan wajah memelas, ia berkata, “Aku orang miskin.Seharian ini aku belum makan. Perutku sangat lapar. Tolonglah aku; berilah aku sedikit makanan”.Ali terdiam sejenak, kemudian, ia mengambil roti bagiannya, lalu menyerahkan roti itu kepada orang itu.Ternyata, Fathimah juga melakukan hal yang sama. Hari itu, mereka berbuka hanya dengan air putih.

Hari itu adalah hari kedua Ali dan Fathimah berpuasa. Ketika mereka hendak berbuka, datanglah seorang anak.Tubuhnya tampak lemah dan wajahnya pucat. “Apa yang terjadi denganmu, Nak?” tanya Ali.Anak itu menjawab, “Aku anak yatim, ayahku sudah lama meninggal. Beberapa hari ini, ibuku pergi bekerja.Selama itu perutku kosong. Tak ada makanan yang bisa kumakan”.Ali sangat sedih mendengarnya. Tanpa banyak pikir, ia memberi roti bagiannya kepada anak yatim itu. Apayang dilakukan Ali lagi-lagi ditiru oleh Fathimah. Ia menyerahkan roti bagiannya kepada si anak yatim.Hari berikutnya, kejadian yang sama berulang. Menjelang berbuka, datanglah seseorang mengetuk pintu. Orangitu adalah seorang tawanan perang. “Aku orang muslim yang baru dibebaskan oleh orang kafir”. Katanya kepada Ali. Aku kelaparan sampai tubuhku terasa sangat lemah. Aku mohon, berilah aku makanan”.Ali dan Fathimah saling berpandangan. Sejak mereka berpuasa nazar, tak sebutir kurma atau sepotong roti punmasuk ke dalam perut mereka. Selama itu, mereka berbuka hanya dengan minum air putih.Sungguh mulia hati mereka. Ali dan Fathimah ternyata memberikan roti, makanan berbuka mereka, kepada sitawanan perang. Mereka rela menahan lapar selama berhari-hari demi menolong orang lain. Mereka lakukan itu
dengan mengharap ridha Allah semata. Menurut Ibnu Abbas, Allah berkenan menurunkan ayat Al-Qur’an atas kedermawanan Ali bin Abi Thalib dan FathimahAz-Zahra tersebut. Dalam QS. Al-Insan ayt 7-10, Allah berfirman, “Mereka memenuhi nazar dan takut akan suatu hari
yang azabnya merata dimana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan
orang yang ditawan (sambil berkata), ‘Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharap keridhaanAllah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu. Sungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika)
orang-orang berwajah masam penuh kesulitan”.

sumber : 50 kisah haru para sahabat

Find us on
Frequensi              : 105.3 FM
Email                     : radiocahayaindah@gmail.com
Website                 : http://www.cahayafm.com
SMS & Whatsapp : http://wa.me/+62816228904
No Telp                 : (0266) 6545666/+628111177035

Streaming