KETAKUTAN ABU HANIFAH

Yazid bin Al-Kumait berkata, “Abu Hanifah termasuk manusia terbaik dan sangat takut kepada Allah. Suatu ketika, Ali bin Al Husain, sang muadzin, membaca surat Al-Zalzalah pada shalat Isya’. Waktu itu Abu Hanifah shalat di belakangnya. Seusai shalat dan orang-orang telah keluar, aku melihat Abu Hanifah sedang duduk berpikir sembari menghela nafas. Aku katakan kepada diriku sendiri, “Aku harap hatinya tidak sibuk dengan kehadiranku”.

Saat keluar, aku membiarkan lentera tetap menyala, padahal minyaknya tinggal sedikit. Ketika fajar telah terbit, aku datang sementara Abu Hanifah dalam keadaan shalat sambil memegangi jenggotnya, dan berkata, “Wahai Dzat yang membalas kebajikan seberat biji sawi dengan kebajikan, wahai Dzat yang membalas keburukan seberat biji sawi dengan keburukan, lindungilah Nu’man, hamba-Mu, dari neraka, dan dari keburukan apa saja yang mendekatkan kepadanya. Masukkanlah ia ke dalam luasnya rahmat-Mu”.

Akupun mengumandangkan adzan, dan ternyata lampunya menyala. Ketika itu Abu Hanifah berdiri shalat. Ketika aku hendak masuk, Abu Hanifah bertanya, “Apakah kamu ingin mengambil lenteranya?”.

“Aku sudah mengumandangkan adzan untuk shalat Shubuh”, jawabku.

“Rahasiakanlah apa yang engkau lihat”. Kata Abu Hanifah.

Beliau kemudian shalat sunah dua rakaat fajar lalu duduk. Ketika sudah iqamat, beliau shalat shubuh bersama kami dengan wudhu di awal malam.

Kisah ini disebutkan oleh Khathib Al-Baghdadi dalam Tarikh Baghdad (15/487).

(Sumber : 155 Kisah Langka Para Salaf, karya Ibnu Abdil Bari El-‘Afifi).

Find us on
Frequensi                : 105.3 FM
Email                       : radiocahayaindah@gmail.com
Website                  : http://www.cahayafm.com
SMS & Whatsapp  : http://wa.me/+62816228904
No Telp                  : (0266) 6545666/+628111177035

Streaming