HAKIKAT KEMENANGAN

Surat Al Mukminun disebut juga surat Al Falah. Al Falah mencakup semua makna keberhasilan, kesuksesan, kemenangan, kejayaan, keberuntungan, dlsb. Akan tetapi Al Falah yang dimaksudkan oleh Allah adalah Al Falah yang menjadi inti doa seorang hamba yang diabadikan di surat Al baqarah ayat 201,

وَمِنۡهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Dan di antara mereka ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (Surat Al-Baqarah, Ayat 201)

Ada tiga Hakikat Kemenangan :

Pertama, Bahagia di dunia. Parameter kebahagiaan di dunia adalah dengan selalu mengingat Allah dalam setiap kondisi. Sebab hanya dengan mengingat Allah, hati orang-orang beriman akan tenang dan bahagia. (lihat QS. Ar Ra’du ayat 28)
Kedua, Selamat dari neraka. Maksudnya tidak tersentuh api neraka. Ketiga, masuk ke dalam surga. Dalil yang menjelaskan hal ini adalah firman Allah surat Ali Imran ayat 185.

Bagi orang yang beriman, segala potensi kebaikan pada dirinya, segala fasilitas dunia, kekayaan dan beragam rezeki lainnya adalah kenikmatan yang disegerakan di dunia dan di akhirat akan diperolehnya kenikmatan yang jauh lebih dahsyat. Jika kekurangan, kemiskinan, kemelaratan, penyakit, dan hal-hal yang meresahkan secara duniawi yang menimpa orang yang beriman maka dialah yang dimaksudkan dalam QS. Albaqarah ayat 155-157.

Bagi orang kafir, kesenangan dan kesedihanya, kekayaan dan kemiskinannya adalah azab Allah kpd mereka. Lihat QS. Al An’am ayat 44 dan QS. Thaha ayat 124-126.

Terdapat 5 Alasan surat ini disebut surat Al Falah.
1. Surat ini diawali dengan jaminan Al Falah bagi orang yang beriman “Qad afalahal mu’minun.) dan diakhiri dengan jaminan bahwa orang kafir tidak akan mendapat Al Falah (Lihat ayat 117).

2. Pada ayat 2-9 dan ayat 57-61 Allah menyebutkan sifat, karakter, akhlak, kebiasaan, dan gaya hidup orang-orang yang dijamin mendapatkan Al Falah. Siapa saja yang ingin Al Falah mestilah dia melayakkan diri dengan sifat-sifat tsb. Yang menarik pada ayat 2 dan 9 adalah tentang shalat, hal itu karena shalat adalah pembuka dan penutup kebaikan atau sholat adalah kunci kebaikan. Parameter seseorang itu berkarakter baik jika shalatnya baik.

3. Untuk mengokohkan dan menguatkan kita istiqamah di atas jalan al Falah, pada surat ini tepatnya ayat 23 sd 50 diangkat kisah para Rasul beserta kaumnya. Dimana kaumnya itu dikelompokkan menjadi 2 kelompok. Kelompok muflihun (yang mendapatkan al Falah) dan kelompok muhlikun (kelompok yang mendapatkan kehinaan). Kisah Nabi Nuh as pada ayat 23-30; kisah Nabi (tidak disebutkan namanya tetapi dalam tafsir adalah nabi Hud as) pada ayat 31-41); kisah nabi yang lain yang juga tidak disebutkan namanya pad ayat 42-44; kisah nabi Nusa as pada ayat 45-49; kisah Nabi Isa as pada ayat 50.

Terkait dengan hal ini, ada kesamaan kelompok kaum para nabi yang menolak, menentang ajaran para Rasul, bahkan memprovokasi banyak manusia untuk mengingkari ajaran para nabi. Mereka adalah kaum athraf (para tokoh, penguasa, pejabat, orang kaya, dan orang yang berkedudukan). Inilah makna fitnah jabatan, fitnah kekuasaan, fitnah harta dan fitnah2 yang lain.

4. Pada ayat 51, 68, 69, 109 dan 111, Allah memberitahukan dan mengajarkan hamba-hamba-Nya cara untuk bisa istiqamah berada di atas jalan Al Falah, membela dan memperjuangkannya. Intisari dari masing2 ayat di atas :

Ayat 51 : Pastikan makanan yang dikonsumsi halal dan baik sebab akan sangat berpengaruh terhadap kualitas amal shalih, dan kelayakan diterima atau ditolak amal shalih tsb.

Ayat 68 : selalulah mentadabburi Ayat2 Allah. Sebab tujuan Al Qur’an diturunkan adalah untuk ditadabburi dan diamalkan.

Ayat 69 : kenalilah sebaik-baik kudwah dan teladan kita yaitu Nabi saw. Bukan hanya mengenali tanggal lahirnya lalu memperingatinya lantas merasa telah mengenal dan mencintai baginda saw. Melainkan dengan mengenali sejarah kehidupan Beliau saw memperjuangkan dan mendakwahkan al haq; mengenali tampilan fisik dan lahiria beliau sehingga kita berusaha secara dzhahir mendekati beliau saw; dan mengenali keseharian Nabi saw untuk diketahui adab-adab dari bangun tidur sampai tidur kembali.

Ayat 109 : banyak berdoa kepada Allah sebab Dia-lah Maha membolak balikan hati. Dan Dia yang Maha Tahu siapa yang layak disesatkan dan siapa yang layak diberi hidayah.

Ayat 111 : bersabar dan tetap berbaik sangka kepada Allah. karena Allah bersama dengan orang-orang yang bersabar.

5. Pada ayat 101 sd 103 Allah menceritakan kesusahan atau akhir perjalanan kehidupan kaum muflihun dan kaum muhlikun. Pada tahap ini Allah mendidik kita menjadi manusia visioner. Yaitu memiliki visi yang jauh melampaui kehidupan dunia ini. Maka siapa yang ingin dikelompokkan ke dalam kelompok muflihun, mestilah dia memperhatikan point 1 sd 4 di atas. Kecuali jika ingin menjadi muhlik maka abaikan saja 4 hal di atas dan jalanilah hidup sesuai selera syahwat tanpa mau peduli aturan halal ataupun haram.

Semoga saya dan anda termasuk dalam kelompok Al Falah.

QS. Al Mukminun : 1-118
Penulis                  : Dr. Samsul Basri, MEI

Find us on
Frequensi                : 105.3 FM
Email                       : radiocahayaindah@gmail.com
Website                   : http://www.cahayafm.com
SMS & Whatsapp   : http://wa.me/+62816228904
No Telp                   : (0266) 6545666/+628111177035

 

Streaming