CIRI CIRI HEWAN KURBAN YANG SEHAT

Menjelang Idul Adha pada Agustus mendatang, umat Islam diimbau selektif dalam memilih hewan kurban.Tidak boleh sembarangan dan harus memerhatikan kriteria hewan yang sehat. Hal itu disampaikan dosenkesehatan masyarakat veteriner pada Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB, Dr.drh. Denny Widaya lukman, MSi.

Dia menuturkan, hewan kurban yang hendak dibeli sebaiknya sehat serta tidak cacat.

Ada beberapa ciri-ciri hewan yang layak untuk dijadikan kurban. Pertama-tama, hewan ternak harusterlihat aktif bergerak atau berjalan. Tidak lesu dan tidak pula diam saja atau merebah sepanjang waktu.Hewan ternak juga mesti tampak merespons lingkungan sekitar.

Selanjutnya, pada tubuh hewan itu tidak ada luka terbuka, tidak ada cairan yang keluar dari hidung,telinga, mata, mulut, alat kelamin atau anus. Baik itu berupa darah, lendir, atau busa yang berlebih.

“Selanjutnya, umur minimum 1,5 tahun yang ditandai dengan bergantinya dua gigi depan bawah yang di tengah.Dari gigi tidak tetap menjadi gigi tetap,” kata Denny melalui pesan elektronik.

Jika seseorang ragu memilih hewan kurban, maka dapat menghubungi petugas dari dinas pemerintah yang membidangi kesehatan hewan ternak.

Kriteria sehat juga berasal dari perlakuan yang diberikan manusia. Hewan sembelihan harus diperlakukan denganbaik (ihsan). Dalam istilah kedokteran, ini disebut sebagai kesejahteraan hewan (animal welfare).

Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum hewan kurban disembelih.

Hewan ternak tidak boleh diperlakukan kasar atau dipermainkan. Jaga hewan yang akan disembelih agar tidak diganggu orang-orang iseng. Sebab, hewan itu bisa menjadi stres bila terus-terusan diganggu.

Hewan yang akan disembelih hendaknya ditempatkan di lokasi yang terlindung dari sinar terik matahari dan hujan. Selain itu, hewan dipisahkan sesuai spesiesnya, tidak dicampur-campur.

Hewan kurban harus disediakan air minum yang bersih dan selalu tersedia. Jika hewan diikat lehernya,Denny mengingatkan agar ikatan tali itu tidak sampai mencekik dan melukai.

Di samping itu, panjang tali hendaknya cukup, sehingga hewan mudah mengambil minum atau makanan serta bergerak atau merebah. Jika hewan ditampung lebih dari 24 jam, maka harus diberi rutin makan.

“Hewan harus diistirahatkan minimum 12 jam sebelum penyembelihan. Jika hewan baru datang, minimum hewan diistirahatkan minimum tiga jam,” lanjutnya.

Saat akan Disembelih

Saat hendak disembelih, Denny juga mengingatkan agar hewan kurban tetap diperhatikan dalam cara penanganannya.Ia menuturkan, hewan yang akan disembelih hendaknya digiring dengan baik, yakni tidak dipukul atau dipecut dantidak dipaksa ditarik. Ia menekankan agar tidak sampai menyakiti hewan.

Selanjutnya, hewan kurban dirubuhkan dengan baik. Sebaiknya, kata dia, hal itu dilakukan oleh orang-orang terlatih.

Dari segi alat sembelih, Denny mengingatkan agar pisau yang digunakan tajam, kuat dan bersih. Ia menjelaskan, panjang mata pisau minimum 20 cm untuk kambing/domba dan minimum 30 cm untuk sapi/kerbau.

Sementara itu, menurutnya, orang yang menyembelih sebaiknya yang sesuai dengan syar‘i dan memiliki pengetahuanserta pengalaman dalam menyembelih hewan. Pasalnya, penyembelihan hewan kurban juga harus dilakuksn dengan kaidah halal.

Sebelum hewan dinyatakan mati, sebaiknya tidak melakukan tindakan apapun. Menurutnya, hewan dinyatakan mati denganuji refleks kornea. Caranya, dengan mendekatkan telunjuk dekat mata hewan sembelihan. Jika mata masih mengedip,maka hewan masih hidup. Jika tidak mengedip, maka hewan sudah mati.

“Hewan mati juga ditandai dengan berhentinya aliran darah dari saluran darah yang terpotong dan tidak ada nafas.Jangan menyiram tempat sembelihan (sayatan pisau pada leher hewan) dengan air sebelum hewan mati,” tambahnya.

Sumber : Republika.co.id

Find us on
Frequensi              : 105.3 FM
Email                     : radiocahayaindah@gmail.com
Website                 : http://www.cahayafm.com
SMS & Whatsapp : http://wa.me/+62816228904
No Telp                 : (0266) 6545666/+628111177035

Streaming