BUMN Siap Bantu Pengendalian Banjir

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bakal mendukung program pengendalian banjir. Perusahaan-perusahaan pelat merah dipastikan siap membantu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi permasalahan banjir.

Polemik mengenai solusi penanganan banjir di DKI Jakarta memanas beberapa hari belakangan. Ini karena adanya perbedaan pendapat antara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Basuki menilai banjir Jakarta bisa diatasi bila Kali Ciliwung dinormalisasi dan mengajak Anies duduk bersama untuk melakukannya. Sementara, Anies menegaskan, penyebab banjir Jakarta adalah tidak adanya pengendalian air yang masuk ke Jakarta. Dia menyebut penyebab banjir tak selalu soal normalisasi sungai.

Erick enggan menanggapi silang pendapat itu. Sebab, Kementerian PUPR dan Pemprov DKI sama-sama memiliki tekad mengatasi banjir. “Sebagai BUMN, yaitu korporasi, kami mendukung siapa saja,” kata Erick saat meninjau lokasi posko banjir di Cengkareng, Jakarta Barat, Ahad (5/1).

Sebagai pimpinan BUMN, kata Erick, ia akan memastikan perusahaan BUMN berkontribusi maksimal dalam setiap program pengendalian banjir yang digulirkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. “Yang pasti kami akan maksimal karena ini bagian dari pembuktian bahwa BUMN itu hadir untuk rakyat,” ujar Erick.

Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi menyebutkan, sistem drainase di wilayahnya membutuhkan perbaikan sebagai salah satu strategi penanganan banjir selama musim hujan. “Harus kita sadari masih banyak drainase yang harus kita perbaiki ke depan,” kata Rustam saat memimpin kerja bakti di RW 02 dan RW 08, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, wilayah yang terdampak banjir terparah di Jakarta Barat.

Ia mengatakan, Kali Angke dan Kali Mookevart yang seharusnya diturap dengan sheetpile ternyata ada 200 meter yang belum. Normalisasi di sodetan kali-kali itu diyakini akan mengurangi dampak banjir dan kerusakan infrastruktur di enam kecamatan Jakarta Barat.

Selain itu, jebolnya sejumlah tanggul di sekitar aliran kali tersebut akan menjadi perhatian Pemerintah Kota Jakarta Barat. Selanjutnya, Rustam mengatakan akan melakukan perbaikan pada generator rumah-rumah pompa yang tak berfungsi karena tergenang banjir.

Kerusakan itu diketahui saat dia meninjau Rumah Pompa Kedoya Utara. “Titik pompa di lokasi ini, generatornya pada posisi yang tidak baik, tidak pada posisi aman genangan,” katanya.

Normalisasi kali dan perbaikan rumah pompa akan dilakukan setelah pihaknya membereskan penanganan keselamatan dan kesehatan para pengungsi pascabanjir. “Kita catat itu, bahwa sistem tata air kita kurang sempurna.”

Kerja bakti pascabanjir di Jakarta Barat dilakukan serentak di enam kecamatan terdampak banjir, yakni Kebon Jeruk, Grogol Petamburan, Kalideres, Palmerah, Kembangan, dan Cengkareng.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga ikut dalam kerja bakti. Anies bersama warga di Lapangan Pilar, Jalan Jembatan Lama, Kelurahan Makassar, Jakarta Timur, bergotong-royong membersihkan sampah yang terbawa saat banjir merendam wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia sempat menyinggung ihwal pengelolaan sungai. Anies mengatakan, pengelolaan sungai antarprovinsi untuk mengantisipasi banjir di Ibu Kota merupakan kewenangan Kementerian PUPR.

“Kami bertanggung jawab di wilayah DKI Jakarta. Begitu sampai ke pengelolaan sungai antarprovinsi, maka itu dikelola Kementerian PUPR,” kata Anies saat ditemui di Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Ahad (5/1).

Anies mengatakan, Pemprov DKI saat ini tengah berkonsentrasi melakukan perbaikan pascabanjir. Selain itu, pihaknya mencari solusi jangka pendek untuk mengantisipasi curah hujan yang intensif selama sepekan ke depan. “Baru sesudah ini bicara jangka panjang tentang perbaikan,” papar Anies.

Menurut Anies, salah satu solusi mengendalikan banjir adalah dengan memanfaatkan secara maksimal pompa air yang sudah ada. Tercatat ada 478 pompa air yang tersebar di 176 titik di wilayah Jakarta. Selain itu, sebanyak 122 unit pompa //mobile// juga disiagakan.

Anies memastikan seluruh pompa air berfungsi secara baik sehingga mampu menampung dan mengalirkan air selama musim hujan. Menurut dia, seluruh pompa air berfungsi dengan baik saat hujan deras terjadi pada 31 Desember 2019 dan 1 Januari 2020.

“Berkat itu, alhamdulillah, 85 persen wilayah Jakarta aman. Ada 15 persen yang terdampak dan itu di bawah 1 persen yang ketinggian airnya di atas 1,5 meter. Artinya, secara sistem, kesiapan kita alhamdulillah baik,” ujarnya lagi.

SUMBER     : republika.co.id

Find us on
Frequensi              : 105.3 FM
Email                     : radiocahayaindah@gmail.com
Website                 : http://www.cahayafm.com
SMS & Whatsapp : http://wa.me/+62816228904
No Telp                 : (0266) 6545666/+628111177035

Streaming