AKU KEMBALIKAN KEPADAMU HAKMU

Ibnu Iyasy berkata, “Pada suatu hari, Umar bin Abdul Aziz pergi keluar rumah. Ia menunggang bighal-nya yang bernama Syahba’. Saat itu datanglah seorang lelaki dengan menunggang kudanya. Lelaki itu menambatkan kudanya, lalu bertanya tentang Umar. Para sahabat Umar menjawab pertanyaan lelaki itu, “Dia berpergian dengan kami, tapi sekarang ia kembali lagi”. 

Lelaki itu kemudian mengadukan perihal tanahnya yang dirampas oleh Adi bin Arthah. Umar menjawab, “Demi Allah, kami tidaklah terpedaya kecuali oleh sorban hitam Adi. Aku telah menulis pesan padanya, tetapi ia melalaikannya. Aku berpesan padanya, “Jika seseorang mengadu padamu disertai dengan bukti akan kebenaran aduannya itu, maka berikanlah haknya padanya. Dalam kenyataannya, ia telah menzhalimimu. Kemudian Umar memerintahkan agar tanah lelaki itu dikembalikan. Setelah itu, Umar bertanya, “Berapa biaya yang kamu keluarkan untuk menemuiku?”.

Lelaki itu menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, Anda menanyakan biaya perjalananku, padahal Anda telah mengembalikan tanahku yang harganya di atas 100.000”.

Maka Umar pun berkata, “Aku hanyalah mengembalikan apa yang menjadi hakmu. Berapa biaya perjalanan yang telah kamu keluarkan?”

Lelaki itu berkata, “Aku tidak bisa menghitung dengan tepat”.

Lelaki itu kemudian mengadukan perihal tanahnya yang dirampas oleh Adi bin Arthah. Umar menjawab, “Demi Allah, kami tidaklah terpedaya kecuali oleh sorban hitam Adi. Aku telah menulis pesan padanya, tetapi ia melalaikannya. Aku berpesan padanya, “Jika seseorang mengadu padamu disertai dengan bukti akan kebenaran aduannya itu, maka berikanlah haknya padanya. Dalam kenyataannya, ia telah menzhalimimu. Kemudian Umar memerintahkan agar tanah lelaki itu dikembalikan. Setelah itu, Umar bertanya, “Berapa biaya yang kamu keluarkan untuk menemuiku?”.

Lelaki itu menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, Anda menanyakan biaya perjalananku, padahal Anda telah mengembalikan tanahku yang harganya di atas 100.000”.

Maka Umar pun berkata, “Aku hanyalah mengembalikan apa yang menjadi hakmu. Berapa biaya perjalanan yang telah kamu keluarkan?”

Lelaki itu berkata, “Aku tidak bisa menghitung dengan tepat”.

“Kira-kira saja!” Kata Umar

“60 dirham,” jawab laki-laki itu.

Umar memerintahkan pembantunya untuk memberi laki-laki itu uang dari Baitul Mal. Umar bangkit dan kembali ke kediamannya. Sebelumnya ia berkata kepada lelaki itu, “Ambil pula uangku ini, lima Dirham. Belikanlah daging untuk keluargamu, insya Allah”.

SUMBER : kisahmulia.com

Find us on
Frequensi : 105.3 FM
Email : radiocahayaindah@gmail.com
Website : http://www.cahayafm.com
SMS & Whatsapp : http://wa.me/+62816228904
No Telp : (0266) 6545666/+628111177035

Streaming