AKHIR ZAMAN, KHILAFAH AKAN MUNCUL!!

Apakah saat ini sudah tiba masanya untuk disebut sebagai akhir zaman? Apa saja tanda-tandanya?

Rasulullah telah menjelaskan bahwa salah satu tanda apabila telah tiba akhir zaman adalah bangsa Arab berlomba-lomba membangun bangunan yang tinggi.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ… حَتَّى يَتَطَاوَلَ النَّاسُ فِي الْبُنْيَانِ.
“Tidak akan datang hari Kiamat… hingga manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan.” (HR Bukhari).
Di dalam riwayat yang lain disebutkan.
وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ.
“Dan engkau menyaksikan orang yang tidak memakai sandal, telanjang lagi miskin yang mengembala domba, berlomba-lomba membuat bangunan yang tinggi.” (HR. Muslim)
Dijelaskan dalam riwayat Imam Ahmad dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, beliau berkata:
يَا رَسُـولَ اللهِ، وَمَنْ أَصْحَابُ الشَّاءِ وَالْحُفَاةُ الْجِيَـاعُ الْعَالَةُ قَالَ: اَلْعَرَبُ
.“Wahai Rasulullah, dan siapakah para pengembala, orang yang tidak memakai sandal, dalam keadaan lapar dan yang miskin itu?” Beliau menjawab, “Orang Arab.” (HR. Ahmad)
Maka secara jelas bahwa apabila bangsa Arab telah berlomba-lomba membangun bangunan yang tinggi ini menandakan akhir zaman telah tiba.
Saat ini, kita bisa melihat menara burj khalifa di Dubai, yang mencapai awan. dan hari ini kita melihat gedung pencakar langit berdiri disamping Ka’bah yaitu The Royal Clock Tower.
Ini sebuah bukti bahwa apa yang dikatakan oleh rasulullah telah tiba, yakni akhir zaman. Jika akhir zaman telah tiba maka khilafah yang dijanjikan juga harus tiba karena itu adalah janji Rasulullah, Sebagaimana hadits Rasululllah.
تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ
“Muncul babak kenabian di tengah kalian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian Allah mencabutnya ketika Allah menghendakinya. Kemudian muncul babak kekhalifahan mengikuti manhaj (cara/metode/sistem) kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian Allah mencabutnya ketika Allah menghendakinya. Kemudian muncul babak raja-raja yang menggigit selama masa yang Allah kehendaki, kemudian Allah mencabutnya ketika Allah menghendakinya. Kemudian muncul babak penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak selama masa yang Allah kehendaki, kemudian Allah mencabutnya ketika Allah menghendakinya. Kemudian muncul babak kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian. Kemudian Nabi Saw diam,” (HR Ahmad).
Para ulama menafsirkan diam dalam hadits tersebut adalah kiamat, artinya khilafah ala minhj annubuwah yang dijanjikan akan muncul di akhir zaman yaitu sebelum kiamat.
Permasalahannya adalah kepada siapa estafet khilafah akan diberikan di akhir zaman. jawabannya ada dalam Al Qur’an, Allah berfirman dalam surah Muhammad ayat 38,
هَاأَنتُمْ هَؤُلَاء تُدْعَوْنَ لِتُنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللهِ فَمِنكُم مَّن يَبْخَلُ وَمَن يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَن نَّفْسِهِ وَاللهُ الْغَنِيُّ وَأَنتُمُ الْفُقَرَاء وَإِن تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ
قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ
“Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu”.
Ibnu katsir menjelaskan, diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Jarir dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah s.a.w. telah membaca ayat:”Dan jika kamu berpaling, akan Allah gantikan dengan satu kaum yang lain dari kamu kemudian mereka tidak jadi seperti kamu”, lantas para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah! siapakah mereka itu jika kami berpaling yang akan menggantikan kami kemudian tidak jadi seperti kami?, Abu Hurairah r.a. berkata: maka baginda telah menepuk dengan tangannya ke atas bahu Salman Al-Farisi r.a. kemudian bersabda: Dia dan kaumnya,, dan kalaulah agama berada di bintang Suraya sekalipun niscaya akan pergi mengambilnya oleh lelaki-lelaki dari pada bangsa Persia “
Haditsini telah diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Tirmidzi.
Berdasarkan ayat di atas jika kamu berpaling yaitu bangsa Arab karena dulu estafet kepemimpinan Islam untuk menegakkan syariat Allah di berikan kepada bangsa Arab setelah wafatnya Rasulullah, maka di akhir zaman di saat bangsa Arab telah berpaling dari agama, tidak lagi mau menegakkan syariat Allah yaitu mendirikan khilafah. maka Allah akan menggantikan kaum yang lain akan menerima estafet kepimimpinan Islam untuk menegakkan syariat Islam d muka bumi, mereka adalah orang-orang Persia. Persia meliputi wilayah Iran dan Iraq.   Wallahu’alam bis shawab!

sumber : alfath

Find us on
Frequensi : 105.3 FM
Email : radiocahayaindah@gmail.com
Website : http://www.cahayafm.com
SMS & Whatsapp : http://wa.me/+62816228904
No Telp : (0266) 6545666/+628111177035

Streaming