Dia Adalah Aku, Aku Adalah Dia

Telah menjadi kebiasaan Rasulullah untuk menanyakan siapa saja yang syahid setelah peperangan. “Siapa saja yang gugur di jalan Allah?” Tanya Rasulullah.

“Fulan dan fulan” jawab para Sahabat tanpa menyebutkan nama yang dicari Rasulullah

“Sesungguhnya aku telah kehilangan sahabatku, Julaibib. Carilah ia,” Rasulullah berseru kepada para Sahabat.

Para sahabat segera mencari jasad Julaibib. Dan mereka mendapatkan jasadnya tersungkur. Di sekelilingnya terdapat tujuh jasad orang kafir. Segeralah para sahabat memberitahukan kepada Rasulullah tentang Julaibib, maka Rasulullah segera menghampiri jasadnya. Beliau berdiri di sampingnya dan bersabda, “Dia telah membunuh tujuh orang ini, kemudian mereka membunuhnya. Sesungguhnya, ia adalah aku, dan aku adalah dia.”

Rasulullah mengucapkannya sebanyak tiga kali. Kemudian, dengan penuh lemah lembut dan kasih sayang beliau mengangkat jasadnya dan menyandarkan di lengannya. Para sahabat mempersiapkan liang lahat untuknya dan Rasulullah terus menyandarkan jasad Julaibib di lengannya, sampai akhirnya ia dikuburkan. Itulah akhir kehidupan Sahabat Julaibib Radhiyallahu anhu . Beliau menutup lembaran-lembaran amalnya dengan syahid di jalan Allah.

Singkat kisah, Julaibib adalah seorang pemuda miskin yang tidak bernasab, tampilan fisik dan kesehariannya menyebabkan orang lain tak ingin dekat dengannya. Meski hampir semua orang tetap memperlakukannya seolah ia tiada, tidak begitu dengan Rasulullah. Bahkan Rasulullah meminangkan untuknya seorang gadis yang salehah.

Referensi : Majalah Ar-Risalah