Berkah Dunia dan Akhirat dengan Menyambung Silturahmi

Rahim bisa bermakna rahmah yaitu lembut dan kasih sayang, atau bermakna kerabat. Manapun itu, keduanya memiliki nilai yang sangat tinggi di dalam Islam. Sehingga bersilaturahmi berarti mengunjungi orang dengan harapan bisa melembutkan hati dan menambah kasih saying. Dari sini, berbagai macam manfaat bisa kita dapatkan dari silaturahmi. Mulai dari kelapangan rizki, barakah umur, bertambahnya rahmat dan kasih sayang, hingga wasilah menuju jannah.

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,

مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ، نُسّىءَ فِي أَجَلِه وَثَرَى مَالَهُ، وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ

“Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 58, hasan)

Memang terjadi salah kaprah mengenai istilah silaturahmi di tengah-tengah kita, menjalin tali silaturahmi adalah istilah khusus untuk berkunjung kepada orang tua, saudara atau kerabat. Jadi bukanlah istilah umum untuk mengunjungi orang sholeh, teman atau tetangga. Sehingga yang dimaksud silaturahmi akan memperpanjang umur adalah untuk maksud berkunjung kepada orang tua dan kerabat. Ibnu Hajar dalam Al Fath menjelaskan, “Silaturahmi dimaksudkan untuk kerabat, yaitu yang punya hubungan nasab, baik saling mewarisi ataukah tidak, begitu pula masih ada hubungan mahrom ataukah tidak.” Itulah makna yang tepat.

Referensi : https://rumaysho.com/1894-keutamaan-silaturahmi.html